Menjadi turis tak perlu mahal!

Saturday, January 3, 2009

Yup kalo pengen jadi turis di Jerman gak membutuhkan biaya yang mahal koq. Ini saya buktikan bersama teman-teman. Kami melakukan ’perjalanan wisata’ untuk menutup tahun 2008 dan membuka lembaran tahun 2009. Akhir tahun 2008 kami menjelajahi wilayah Jerman bagian timur, tepatnya di Leipzig, Saechsiche Schweiz, Dresden dan terakhir di Freiberg. Malam tahun baru kami lepas di kota Prague, Ceko. Dengan biaya transportasi gak lebih dari 70 EUR selama seminggu.



Perjalanan kami tempuh selama satu minggu. Ini kami perhitungkan supaya tetap bisa memakai tiket akhir pekan, yang tentu harganya sangat murah (37 EUR untuk berlima) dan pastinya pastikan sudah ada teman yang siap menampung (Thanks ya Widia dan Jim! Thanks ya Pak Azis). Dan tiket bus ke Prague pun gak mahal, cukup 28 EUR sudah bisa untuk pergi dan pulang. Murah kan! Meski sudah ada yang siap memberi tumpangan, tetap jangan lupa bawa Sleeping bag, buat jaga-jaga aja :D.



Terus untuk urusan makan sih tergantung selera masing-masing, kalo untuk snack sudah harus bawa dari rumah, dan kalaupun harus beli di luar, yah pastinya makan doner kebab atau KFC yang sudah jelas harganya. Tapi sekali-kali bolehlah coba makanan China, untuk memanjakan perut. Harganya masih sekitar 4-5 EUR.



Jadi jangan ragu-ragu kalau mau jalan-jalan yah..Kalo ada yang mau trip, jangan lupa ajak-ajak hehehe...Yang pasti semua harus direncakan dengan terinci... Dan harus bermodal nekat juga. Kan kapan lagi bisa menjelajahi Eropa kalau bukan sekarang. Ntar kalo dah pulang ke Indonesia, pasti susah deh...



Baca tulisan:



  • Musik Bach di Leipzig
  • Mendaki gunung di Saechsische Schweiz
  • Jelajah kota tua Dresden
  • Prosit NeuJahr aus Prague – Czech Republic
  • Salju di Freiberg akhiri perjalanan


Karang-ku sayang Karang-ku malang

Tuesday, November 11, 2008

Dentuman bom ikan setidaknya lima kali mendebarkan jantung saya selama penyelaman pertama di Kepulauan Spermonde, Sulawesi. Dan ini berulang setiap kali menyelam, selalu saja ada terdengar dentuman bom. Ternyata praktek illegal fishing dan destructive fishing di kawasan ini masih saja terjadi. Apa boleh dikata, karena memang sistem pengawasan di daerah ini masih sangat minim. Bahkan bisa dikatakan tidak ada. Terdapat lebih dari 150 buah pulau tersebar di daerah ini, yang tentunya juga memang akan memakan biaya yang sangat besar untuk patroli dan keamanan. Ironis memang sebagai negara bahari. Jejak bom memang masih sangat kental disini, terlihat dari puing-puing terumbu berserakan di dasar lautan.

Pun terumbu karang Indonesia dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati dunia tertinggi di dunia. Namun juga ironisnya, Indonesia juga termasuk daerah yang terumbu karangnya yang paling terancam di dunia. Dari hasil pemantauan LIPI pada tahun 1999, terdata hanya sekitar 6 persen terumbu karang yang masih dalam kondisi yang baik. 

Related Posts with Thumbnails
 
 
 




About me

My Photo
Traveling-freak
Bremen, Germany
It's me Hawis. I am Indonesian. Traveling is one of my hobby that always makes me addicted. Explore new area and traditions, culinary, architectures, whether done personally alias from own pocket or the demands of work, always a thing that I grateful. I am so happy because my wife also has the same passion. Through this blog, I will share my travel notes, events, tips and tricks and fun stories in it. Some previous stories still in Bahasa Indonesia, but you can translate it into your language. Well, as an amateur photographer, I am so excited to freeze every moment. Then, my notes and photos can speak up to you. Just enjoy! BLOG TIL YOU DROP..
View my complete profile
All material on "traveling is my middle name" is copyright © 2006-2010 Hawis Madduppa - All rights reserved, except where stated.